Celengan Qurban Ananda

September 11, 2016

 

 

Adalah Zayd, putra kami yang begitu bersemangat saat saya membelikannya sebuah celengan sederhana di warung kelontong dekat rumah. Pada celengan tersebut, kami tempelkan kata penyemangat, "Celengan Kurban Zayd".

 

Ya, celengan itu dibeli sekitar setahun yang lalu. Dan Zayd selalu antusias memasukkan receh demi receh, lembar demi lembar uang ke dalamnya. Meski belum terlalu paham tujuannya, tapi melihatnya memasukkan kepingan-kepingan logam, atau beberapa lembar rupiah, menjadi keasyikan tersendiri. Karena, untuk seorang anak usia setahunan sepertinya, justru kegiatan ini menjadi salah satu yang merangsang motorik halusnya. Dan Zayd pun jadi belajar memecahkan masalah, dengan berusaha terus mendorong uang yang terkadang menyangkut di lubang celengan tersebut.

 

Menurut psikolog Ratih Ibrahim, mengajarkan anak menabung sejak usia dini bermanfaat untuk pembentukan karakternya. Secara luas, masyarakat dunia berubah dengan cepat dan dinamis, karena itu kita butuh sumber daya yang berkompeten. Dengan menabung, berarti kita memfasilitasi perkembangan seluruh aspek kecerdasan anak. Banyak yang beranggapan tidak baik untuk mengenalkan uang pada anak, karena anak dikhawatirkan akan menjadi konsumtif atau mata duitan. Namun, kata Ratih, mengenalkan anak sejak dini pada uang justru mengajak mereka menghargai uang. Selain itu mereka juga sekaligus belajar berhitung dari nominalnya. *)

 

Bagi saya pribadi, mengajarkan menabung berarti mengajarkan untuk menghargai proses. Bahwa segala sesuatu tidak kita peroleh dengan instan. Dan kita pun bisa mengajak sang anak untuk menikmati proses dan belajar mengenai kesabaran. Untuk anak yang lebih besar, kita bisa memberi pemahaman mengenai pentingnya berhemat dan menjauhi perilaku boros. Juga belajar menghitung nilai nominalnya bersama. Jangan lupa menyelipkan pelajaran untuk selalu bersyukur pada Yang Maha Kuasa.

 

Dengan menabung pula, ananda diharapkan bisa termotivasi atas tujuan yang ingin dicapai dan mengenal hal-hal yang baru. Misalnya untuk Celengan Kurban Zayd, sambil saya ceritakan berkurban itu apa, saya ceritakan juga bahwa nanti celengan tersebut bisa kita belikan kambing atau domba. Hal ini jadi membuat Zayd tertarik untuk menanggapinya dengan, "Beli Kambing, Bunda". Setelah itu bisa diceritakan tentang kambing itu apa, suaranya bagaimana, dan sebagainya.

 

Berikut tips mengajarkan menabung bagi anak:

1. Belikan/buatkan celengan untuk anak. Tidak perlu yang mahal, celengan sederhana pun cukup. Agar lebih menarik, hias celengan sesuka hati dengan cat atau kertas krep. Kegiatan menghias celengan ini juga dapat menjadi hal menarik yang bisa dilakukan bersama anak.

2. Tulis nama anak atau tujuan menabung pada celengan, sehingga setiap melihatnya, mereka akan bersemangat untuk menabung.

3. Untuk anak usia 1 tahun - 2 tahun, bisa dimulai dengan memberikan uang logam untuk mulai ditabungkan. Aktivitas ini tentu harus didampingi ya, karena si kecil masih rentan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut. Aktivitas memasukkan uang logam ini akan menjadi salah satu aktivitas yang dapat merangsang motorik halusnya.

4. Untuk usia yang lebih besar, kegiatan menabung dapat sambil kita jelaskan manfaat dan tujuannya.

5. Saat celengan sudah penuh, atau sudah memenuhi jangka waktu yang ditetapkan bersama anak, kita dapat membukanya bersama-sama dan memberikan pujian atau penghargaan atas usaha anak.

 

Kini, setahun sudah. Celengan Zayd sudah cukup penuh dan siap untuk dibuka. Semoga cukup sebagai tambahan membeli seekor domba untuk dikurbankan di Hari Raya.

 

Selamat menabung teman-teman, semua!

 

*) Sumber: http://webblogkkn.unsyiah.ac.id/dayahmuara09/menabung-sejak-dini/

Please reload

Recent Posts

December 5, 2017

November 21, 2017

Please reload

Archive
Please reload

Terms of Service    |    Refund Policy    |    Privacy Policy    |    FAQ      |    Site Map