Serunya Jadi Kelinci Mungil di Kelas Main Mungilmu-Akasia

November 9, 2017

Akhir pekan lalu, tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 4 November 2017, Mungilmu dan Akasia Montessori Childcare bekerja sama mengadakan kelas main offline di daerah Pondok Duta, Depok. Tentunya saya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengajak anak saya, Zayd, mengikuti kelas main ini. Kegiatan ini diperuntukan untuk anak usia 3-5 tahun, jadi cocok untuk Zayd yang baru akan menginjak usia 4 tahun pada Maret tahun depan.

 

Ini pertama kalinya Zayd mengikuti kegiatan seperti ini, jadi saya cukup deg-degan, namun juga excited. Saya harap dia dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan dapat bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

 

Pagi itu sangat cerah. Saat tiba di lokasi acara, kami disambut dengan kakak-kakak panitia yang sangat ramah. Name tag kelinci juga disiapkan untuk kami. Lokasi acara pun ramai dengan hiasan kelinci dan wortel. Wah, kelihatan seru sekali!

 

Acara dimulai dengan berdoa bersama dan saling berkenalan dengan bernyanyi. Banyak anak yang awalnya malu-malu namun perlahan mulai akrab satu sama lain. Kakak-kakak pendamping sangat atraktif sehingga anak-anak tidak merasa bosan.

 

 

 

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan kegiatan sesi pertama yaitu membuat topi kelinci bersama. Bahan-bahan yang sudah disediakan adalah piring kertas, gunting, lem, dakron, spidol, dan kertas warna untuk telinga kelinci. Kegiatan ini dilakukan bersama antara ananda dengan para bundanya. Seru sekali. Zayd sangat senang dengan topi kelinci buatannya. Anak-anak lain pun bersemangat memakai topi buatan mereka sendiri sambil melompat-lompat meniru gerakan kelinci.

 

 

 

Setelah topi kelinci jadi, saatnya masuk pada kegiatan sesi berikutnya. Yaitu membuat boneka kelinci. Bahan-bahannya adalah kaus kaki, karet, dakron, gunting, spidol, mata mainan, dan bulu-bulu sintetis untuk dipasang sebagai ekor boneka kelinci nantinya.

 

Kegiatan kali ini pun dilakukan bersama orang tua. Hal ini dapat menguatkan bonding orang tua dan anak. Namun, anak-anak cukup dibantu seperlunya, dan orang tua dapat mendukung serta memberikan apresiasi sehingga ananda menjadi lebih percaya diri. Wah, boneka yang kami buat lucu sekali. Hidung dan mulutnya digambar sendiri oleh Zayd. Hebat, Nak!

 

Membuat topi kelinci sudah, boneka kelinci sudah, sekarang saatnya mencari wortel-wortel kesukaan kelinci. "Tapi hati-hati, karena serigala bisa muncul tiba-tiba dan memakan anak-anak!" Begitulah narasi dari kakak pendamping. Para 'kelinci mungil' dipersilakan mencari wortel kertas di sekeliling namun harus berhenti bergerak saat mendengar suara serigala.

 

 

 

Kegiatan ini juga tak kalah seru karena anak-anak asyik mengumpulkan wortel dan memperhatikan suara serigala agar tidak dimakan. Lucunya, Zayd justru berteriak saat mendengar suara serigala alih-alih diam, haha. Setelah selesai, seluruh wortel dikumpulkan, dan para kelinci mungil duduk bersama kembali.

 

Ah... lelah juga ya seharian menjadi kelinci. Tenang... kakak-kakak panitia sudah 'menyulap' wortel-wortel buruan kelinci menjadi jus yang sedap. Nikmatnya... Para kelinci mungil asyik meminum jus wortel-apel sambil beristirahat dan bercengkrama.
 

 

 

Tidak terasa, kami sampai juga di penghujung acara. Setelah doa penutup dan berfoto bersama, kami berpamitan dengan kakak-kakak panitia dari Mungilmu dan Akasia.

 

Acara ini membekas sekali pada Zayd. Sesampainya di rumah pun, Zayd masih asyik bercerita keseruannya menjadi kelinci mungil. Iya, Nak, nanti kita ikut kelas main lagi ya.

 

Sampai jumpa di kelas main berikutnya! :)

Please reload

Recent Posts

December 5, 2017

November 21, 2017

Please reload

Archive
Please reload

Terms of Service    |    Refund Policy    |    Privacy Policy    |    FAQ      |    Site Map